Polisi Dianiaya Usai Kedapatan Bermain Poker

Kasus dugaan polisi junior dianiaya usai kedapatan bermain poker. Penganiayaan terjadi pada keempat junior dari kepolisan yang di lakukan pada seniornya. Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika polisi junior kedapatan bermain Permainan poker online di salah satu markas polisi di Sumatera Utara.  Bahkan, salah seorang diantaranya ditendang pada bagian perut hingga terjatuh tersungkur.

Dalam video yang berdurasi 59 detik yang lagi viral tersebut, terlihat pemukulan yang dilakukan oleh seorang oknum polisi berpangkat Ipda terhadap ke empat orang personil bintara. Polisi senior itu memukuli keempatnya dengan menggunakan benda yang tidak terlihat jelas. Ketiga bintara itu dengan kondisi bertekuk lutut, sedangkan oknum perwira berdiri sambil memukul ketiganya menggunakan ikat pinggang atau kopel di bagian kepala. Sementara itu satu dari ke empat junior yang menjadi korban penganiayaan harus mendapatkan perawatan medis. Karena diketahui, seorang bintara dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis usai aksi diduga penganiayaan itu. 

Polisi Dianiaya Usai Kedapatan Bermain Poker

Bahkan, sesekali melakukan tendangan. Seorang bintara yang berada di tengah tertunduk, diduga menahan sakit. Korban bernama rizky yang merupakan warga Gg. Sepakat, Sumatera Utara, dipukuli di bagian dada, perut, dan ulu hati. Polisi senior berencana memberi pelajaran untuk junior karna telah kedapatan bermain judi poker. 

Saat menanggapi kasus penganiayaan itu, sejumlah kepolisian sumatera utara sempat mengambil berupa tindakan untuk mengamankan oknum polisi senior yang di duga melakukan penganiayaan tersebut. Namun bagaimana kronologis kejadian masih dalam pemeriksaan.

Kasus ini juga menarik perhatian Kapolri, Pihaknya akan memberikan sanksi terhadap perwira yang melakukan pemukulan pada keempat orang junior menggunakan ikat pinggang tersebut. Jenderal Polisi Ridho murtanto yang meminta Polda mengusut kejadian tersebut hingga tuntas. Ia menerangkan pelaku tersebut akan menjalani proses hukum dan tidak menutup kemungkinan diusut secara pidana. Dan di beri hukum secara tegas, perintah Bapak Kapolri. Pada saat ini oknum tersebut sedang dalam pemeriksaan.

Saksi yang bernama Ari Setiono mengaku mengetahui secara rinci kronologi kejadian penganiayaan tersebut.